Dr. I Komang Werdhiana, M.Si dan Dr. Unggul Wahyono, M.Si

 


 

Mempelajari IPA tidak hanya bias melalui ceramah akan tetapi harus melalui kegiatan eksperimen agar dapat memberikan kesan yang nyata bagi siswa. Cara belajar seperti ini dapat membantu siswa memahami konsep IPA dengan baika dan dapat menumbuhkan kreatifitas siswa.Karena itu perangkat laboratorium IPA penting diadakan untuk menunjang pembelajaran IPA perangkat laboratorium di sekolah daerah terpencil belum memadai dan penggunanya belum maksimal.Perangkat laboratorium yang membutuhkan energy listrik dapat memanfaatkan sumber energy alternatif.Sumber energy alternatif dapat berupa energy matahari, air dan angin.Sumber energy matahari di Sulawesi Tengah sangat berlimpah.Perangkat laboratorium berbasis energi alternatif sangat cocok dikembangkan untuk daerah terpencil.Tujuan penelitian ini untuk mengembangkan perangkat laboratorium berbasis energy alternatif.Perangkat laboratorium ini terdiri dari peralatan praktikum, penuntun praktikum, lembar praktikum, lembar kerja siswa pengembangan perangkat ini mengikuti rangkaian penelitian pengembangan (research and development).Tempat uji terbatas adalah SDN NO.3 Labuan Toposo Kecamatan Labuan Kabupaten Donggala.Sekolah ini sebelumnya SD-SMP Negeri Satap.Sekarang sudah berdiri sendiri.

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa telah dihasilkan perangkat laboratorium yang mencakup peralatan praktikum, penuntun praktikum dan lembar kerja siswa, yang dapat digunakan untuk pembelajaran IPA SD. Perangkat laboratorium ini perlu dilakukan uji coba lapangan yang lebih luas agar dihasilkan perangkat laboratorium yang lebih baik dan siap diimplementasikan. Untuk memudahkan pengelolaan peralatan praktikum di SD sebaiknya disiapkan ruangan khusus untuk laboratorium .pengembangan perangkat laboratorium di daerah terpencil yang ada di Sulawesi Tengah dapat menggunakan potensi yang dimiliki masing-masing daerah. Misalnya aliran sungai yang memadai untuk memangkit listrik pikohidro.

LEAVE A REPLY