I Wayan Darmadi, S.Si., M.Pd dan Dra. Nurasyah Dewi Napitupulu, M.Si

 


 

Berdasarkan hasil uji kompetensi yang dilakukan terhadap tenaga kependidikan tahun 2004 lalu, diperoleh bahwa kompetensi guru di Indonesia sangat memprihatinkan sejumlah guru mendapatkan nilai nol untuk materi yang sesungguhnya mereka ajarkan kepada murid-muridnya. Secara nasional, penguasaan materi pelajaran oleh guru ternyata tidak mencapai 50% dari seluruh materi keilmuan yang harus menjadi kompetensi guru. Djafar Arief, kepala SMP Negeri 7 Palu menyebutkan bahwa sejumlah guru disekolah ini malas mengajar. Guru yang dimaksud bahkan sudah lulus sertifikasi. Ini menunjukkan suatu gambaran betapa kualitas pendidikan di Kota Palu masih memprihatikan karena mutu guru yang juga memprihatinkan.

Penelitian ini difokuskan untuk meneliti “bagaimanakah pengembangan kompetensi guru dan motivasi berprestasi siswa melalui model pembelajaran konstruktivis dalam meningkatkan hasil belajar fisika siswa SMP se-kota madya Palu.” Tujuannya adalah untuk medeskripsikan tingkat kompetensi guru-guru fisika anak-anak dan memotivasi diri siswa untuk berprestasi di SMP se-kota madya Palu. Bentuk penelitian yang dilakukan merupakan penelitian pengembangan (development Research) dengan metode survey ekperimen dengan instrumentasi berupa tes hasil belajar fisika dan angket tentang kompetensi guru dan motivasi berprestasi siswa. Pengolahan data berupa hasil belajar fisika siswa dan jawaban angket dilakukan dengan SPSS (Statistical Product and Service Solution) versi 19.0.

Sampel penelitian yang diambil secara acak terdiri atas 10 SMP Sekotamadya Palu, 5 SMP Negeri dan 5 SMP Swasta, dengan total jumlah siswa 278 orang. Instrumen penelitian kompetensi guru terdiri atas 30 pertanyaan. Tes hasil belajar fisika berjumlah 20 soal pilihan.

Hasil analisis data berupa analisis deskriptif berdasakan nilai rata-rata (Means) menunjukkan tingkat kompetensi guru dalam persepsi siswa dalam kategori baik tidak tergolongkan dengan rata-rata 2,87, sedangkan motivasi berprestasi siswa termasuk kategori sedang dengan rata-rata 2,76. Dimensi kompetensi guru yang terendah adalah kompetensi keterampilan prses belajar mengajar dengan rata-rata 2,53. Indikator menunjukkan menggunakan media dan sumber, dan memilih metode pembelajaran merupakan kompetensi yang terendah(Mean masing-masing adalah 2,14 dan 2,15) hasil tes fisika menunjukkan 57,19% siswa memiliki hasil belajar fisika dalam kategori sedang, dengan kategori kesukaran soal adalah mudah. Mean skor hasil belajar siswa terendah adalah proses kognitif C1 (pengetahuan) = skor 2,21. Hasil analisis korelasi menunjukkan ada korelasi yang positif yang signifikan antara kompetensi guru dan motivasi berprestasi siswa dengan hasil belajar fisika sebesar 0,665 dengan signifikansi p = 0,000 (p<0,05).

Disimpilkan bahwa kompetensi guru dan motivasi berprestasi siswa di SMP Sekotamadya Palu perlu dikembangkan. Untuk meningkatkan kompetensi guru dalam keterampilan proses belajar mengajar, salah satu strategi pengembangannya dalah dengan melalui model pembelajaran konstruktivis.

LEAVE A REPLY