Mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Universitas Tadulako bernama Yohanes Tato akhirnya diyudisium tanggal 30 Juni. Bertepatan dengan bulan ramadhan, dirinya membuktikan kemenangan itu bukanlah milik orang-orang kaya saja.

Kepada awak TIK, Yohanes menceritakan perjuangannya untuk mencapai keinginannya itu. Setelah penelitian yang dilakukannya selama 2 bulan terhitung mulai 26 februari hingga 11 maret, dirinya begitu ulet untuk segera menulis dan mengkonsultasikan skripsinya dengan pembimbing.

‘’Skripsi saya, sampai 5 kali koreksi. Tapi, ketika diminta perbaikan oleh dosen, saya melakukannya setelahnya, hari itu juga. Saya bahkan mengoreksinya sehari sampai tiga kali.’’ Ungkapnya.

Dengan judul skripsi ‘’Penggunaan Model Pembelajaran active learning tipe kelompok diskusi dalam meningkatkan hasil belajar fisika kelas x SMA Labschool Palu’’ Yohanes lulus dengan predikat Cumlaude karena mendapat IPK 3,51 dan selesai dalam waktu 3 tahun 11 bulan 29 hari.

Motivasinya untuk segera selesai adalah karena biaya kuliahnya selama ini menggunakan hasil kerja keras sendiri yang didapatkan dari kerjanya sebagai tukang. Sedikit cerita tentang hidupnya selama berkuliah tinggal berpindah-pindah dari rumah teman ke rumah dosen.

Anak pertama dari dua bersaudara ini merasa senang bisa selesai cepat dibandingkan dengan teman-teman yang lain. ‘’Saya merasa bahagia karena bisa membuktikan bahwa orang-orang yang tidak punya seperti saya ini bisa kuliah dan selesai cepat. Saya percaya, kalau kita berusaha lebih keras, kita akan mendapat apa yang kita inginkan.’’ Ungkapnya. Ly

LEAVE A REPLY