Empat dosen pendidikan fisika FKIP Universitas Tadulako dalam proses meraih paten. Mereka adalah Dr. Sahrul Saehana, S.Pd., M.Si., Drs. Syamsu, M.Si., Dr. Darsikin, M.Si., dan Dr. Jusman, S.Pd., M.Si. yang namanya tercantum dalam berita paten yang diterbitkan oleh Direktorat Paten Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia.

Menurut Dr. Sahrul, dalam berita patennya, penelitian yang diajukan adalah Metode Pembuatan Sel Surya dengan Penyemprotan TiO2.  Menurut keteranganya, Keunggulannya metode ini adalah mudah dibuat, sederhana sehingga berbiaya rendah, low cost. Sehingga untuk pembiayaannya sangat dimungkinkan.

Dengan judul penelitian yang berbeda Drs. Syamsu, M.Si sejak tahun 2010 namanya sudah ada dalam berita paten. Mengangkat judul Metode Penumbuhan Lapisan Tipis Berbasis Silikon dengan Sistem Hot Wire Plasma Enhanced Chemical Vapor Deposition (HW PECVD) dan Peralatannya.

Syamsu menyatakan paten ini telah terdaftar sejak tahun 2008 dan baru diterbitkan dalam berita paten pada tahun 2010. Kemudian pada akhir tahun 2014 dilaksanakan pemeriksaan subtantif di Makassar oleh tim dari Direktorat Paten. Sehingga, saat ini saya tinggal menunggu pemanggilan untuk mendapatkan sertifikat serta nomor paten.’’ Ungkapnya.

Lebih lanjut, Syamsu menjelaskan bahwa sistem hot wire PECVD yang dikembangkan dapat digunakan untuk pembuatan sel surya. Keunggulan sistem tersebut antara lain memiliki laju deposisi yang tinggi dan kandungan hidrogen yang rendah. Jika digunakan untuk membuat sel surya maka sel surya dihasilkan memiliki kestabilan yang tinggi. Ly

LEAVE A REPLY