Program kreativitas mahasiswa (PKM) yang dilaksanakan tiap tahunnya oleh direktorat pendidikan tinggi (DIKTI) terbagi menjadi PKM 5 bidang yang jika lolos sudah pasti didanai dan PKM gagasan tertulis (GT) dan artikel ilmiah (AI) yang dikategorikan didanai atau didanai dan berangkat dalam ajang pekan ilmiah mahasiswa nasional (PIMNAS).

(28/8) Rahma Satengke yang merupakan mahasiswa pendidikan fisika beserta 2 anggota kelompok lainnya, Grace dan Pujiati Sari PKM GTnya dinyatakan lolos dan didanai pada tahun anggaran 2013 sebesar 3 juta rupiah.

Rahma memberi keterangan, hanya PKM mereka satu-satunya yang lolos dengan judul Terowongan Khatulistiwa sebagai Penghubung Wilayah Palu-Parigi di Sulawesi Tengah dalam Mendukung MP3EI Menuju ASEAN Community 2015.

‘’Ide gila ini kami dapatkan ketika melihat permasalahan yang dihadapi oleh pemerintahan daerah Sulawesi Tengah tentang sulitnya distribusi antar jalur Palu-Parigi. Jalur ini terancam putus, hal ini disebabkan tanah longsor yang sering mendera jilan tepatnya di daerah kebun kopi (penghubung antara Palu-Parigi). Pada daerah ini hampir setiap harinya ada perbaikkan jalan karena longsor.’’ Ungkapnya.

Menurut penjelasan Rahma, Pemerintah Sulawesi Tengah Tengah khususnya kota Palu telah memutuskan solusi untuk mengatasi proses distribusi barang, yang tepatnya di jalur Palu-Parigi. Pada jalur ini rencana akan dibangun sarana transportasi berupa jalan tol. Tapi, solusi ini tidak efisien karena dalam pembangunannya, jalan tol akan memerlukan lahan yang cukup panjang, jadi penebangan hutan tidak dapat dihindari sementara kondisi daerahnya, rawan banjir dan longsor.

‘’Menanggapi persoalan ini, ada solusi lain yang kami tawarkan. Solusi ini berupa jalur transportasi cepat, aman dan terhindar dari kemacetan. Solusi yang penulis tawarkan yaitu Terowongan Khatulistiwa. Terowongan Khatulistiwa adalah solusi yang baik dalam kelancaran transportasi di Jalur Palu-Parigi yang memiliki tanah yang kering dan bebatuan.’’ imbuhnya

Dalam pelaksanaannya, menurut Rahma, terowongan ini akan dibuat di dasar gunung karena secara geografis daerah ini merupakan daerah pegunungan. Terowongan ini dibuat dengan menggunakan dinding beton yang dilengkapi dengan sistem sirkulasi udara yang sangat baik dan tidak merusak permukaan tanah. Dengan begitu, pada saat pembangunan terowongan ini tidak akan merusak hutan di wilayah palu-parigi yang merupakan sumber energi dan sumber air bagi masyarakat, serta dapat mencegah terjadinya potensi banjir dan tanah longsor. Hal ini juga akan mengurangi kecelakaan dan kemacetan lalu lintas. Ly

LEAVE A REPLY